Literasijambi.com, Muaro Jambi - Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi mulai membidik Ruang-ruang strategis untuk mendongkrak popularitas pariwisata Daerah.
Salah satunya melalui Bandara Sultan Thaha Jambi yang dinilai menjadi pintu masuk potensial untuk mengenalkan destinasi wisata Muaro Jambi kepada wisatawan dari berbagai Daerah.
Langkah tersebut dilakukan Wakil Bupati Muaro Jambi, Junaidi Mahir, saat melakukan kunjungan ke Bandara Sultan Thaha Jambi, Sabtu (12/9/26) kemarin.
Kunjungan itu sekaligus menjadi momentum untuk menjajaki kerja sama promosi pariwisata antara Pemkab Muaro Jambi dan pengelola bandara.
Kedatangan orang nomor Dua di Kabupaten Muaro Jambi itu, disambut langsung oleh General Manager Angkasa Pura Bandara Sultan Thaha Jambi.
Pertemuan berlangsung hangat dan membahas peluang sinergi dalam memperkenalkan potensi wisata Muaro Jambi melalui fasilitas dan ruang promosi yang tersedia di bandara.
Bagi Jun Mahir, bandara bukan sekadar tempat kedatangan dan keberangkatan penumpang. Lebih dari itu, bandara merupakan etalase pertama yang dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan wajah dan potensi daerah kepada para pendatang.
“Ketika orang datang ke Jambi melalui bandara, inilah kesempatan pertama kita memperkenalkan Muaro Jambi. Kita ingin mereka tahu bahwa tidak jauh dari Kota Jambi ada banyak destinasi yang memiliki nilai sejarah, budaya, religi dan keindahan alam,” katanya.
Junaidi Mahir mengatakan, Muaro Jambi memiliki modal besar untuk dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata. Namun, potensi tersebut harus dibarengi dengan strategi promosi yang kreatif, masif dan menyentuh langsung calon wisatawan.
Karena itu, Pemkab Muaro Jambi mendorong adanya ruang promosi pariwisata di Bandara Sultan Thaha Jambi.
Materi promosi, kata dia, dapat dikemas dalam bentuk visual maupun informasi digital yang memberikan gambaran kepada wisatawan mengenai destinasi yang dapat mereka kunjungi selama berada di Jambi.
“Kita tidak boleh hanya menunggu wisatawan datang. Kita harus menjemput mereka dengan informasi dan promosi yang menarik. Begitu mereka tiba di Jambi, mereka sudah punya pilihan untuk berkunjung ke Muaro Jambi,” sampainya.
Menurut Jun Mahir, promosi pariwisata juga harus diarahkan untuk menciptakan efek berantai terhadap perekonomian masyarakat.
Kehadiran wisatawan, katanya,diharapkan tidak hanya meningkatkan kunjungan ke objek wisata, tetapi juga menggerakkan UMKM, kuliner, kerajinan, jasa transportasi hingga sektor ekonomi kreatif.
“Target akhirnya bukan sekadar destinasi kita dikenal. Yang lebih penting, wisatawan datang dan masyarakat merasakan manfaatnya. UMKM tumbuh, ekonomi kreatif bergerak, lapangan usaha terbuka dan pendapatan masyarakat meningkat,” ujarnya.
Jun Mahir menilai upaya membangun pariwisata membutuhkan kerja bersama. Pemerintah Daerah, pengelola bandara, pelaku usaha, komunitas, pelaku ekonomi kreatif dan masyarakat harus berada dalam satu gerak yang sama.
Ia pun berharap penjajakan kerja sama tersebut dapat segera berkembang menjadi kolaborasi konkret dengan program promosi yang terintegrasi.
“Kalau semua bergerak bersama, saya yakin Muaro Jambi bisa lebih dikenal. Kita punya sejarah, budaya, alam dan potensi ekonomi kreatif. Tinggal bagaimana kita mengemas dan mempromosikannya dengan cara yang lebih modern dan menarik,” tandasnya.








