Literasijambi.com, Muaro Jambi - Krisis kekurangan tenaga pendidik di Kabupaten Muaro Jambi mendapat sorotan serius dari DPRD setempat.
Dewan menilai,persoalan tersebut harus segera ditangani karena berpotensi mengganggu kualitas pendidikan di Sekolah-sekolah.
Anggota DPRD Muaro Jambi, Robinson Sirait, mengatakan bahwa Kabupaten Muaro Jambi saat ini masih kekurangan sekitar 779 tenaga pendidik.
Jumlah tersebut, katanya, diperkirakan terus bertambah seiring banyaknya guru yang memasuki masa purna bakti atau pensiun dalam beberapa tahun mendatang.
Menurut Robinson, kondisi itu tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut masa depan pendidikan anak-anak di Muaro Jambi.
"Kalau kekurangan guru ini tidak segera diatasi, tentu akan berdampak langsung terhadap proses belajar mengajar di sekolah. Jangan sampai kualitas pendidikan kita menurun karena kurangnya tenaga pendidik,” katanya.
Tak hanya menyoroti minimnya jumlah guru, Dewan juga menilai masih banyak sekolah yang menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan.
Kondisi tersebut, kata dia, dinilai menjadi tantangan besar yang harus segera mendapat perhatian serius dari Pemerintah Daerah.
“Persoalan pendidikan ini bukan hanya soal guru, tetapi juga fasilitas sekolah. Masih ada sekolah yang membutuhkan perhatian, baik ruang belajar maupun sarana pendukung lainnya,” sampainya.
DPRD Muaro Jambi pun meminta Dinas Pendidikan segera melakukan koordinasi dan konsultasi dengan kementerian terkait guna mencari solusi konkret atas kekurangan tenaga pengajar tersebut.
Selain penambahan guru, dewan juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia tenaga pendidik agar mutu pendidikan di Muaro Jambi terus meningkat.
“Kami berharap pemerintah daerah benar-benar serius mencari solusi. Pendidikan adalah investasi masa depan daerah, sehingga anak-anak kita harus mendapatkan layanan pendidikan yang baik dan merata,” tandasnya.








