Literasijambi.com, Muaro Jambi - Ancaman penyebaran paham ekstrem dan konten kekerasan di era digital menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi.
Untuk mengantisipasi dampaknya terhadap generasi muda, Wakil Bupati Muaro Jambi, Junaidi Mahir, merangkul insan pendidikan melalui Sosialisasi Kebangsaan tentang pencegahan paham IRET, True Crime Community (TCC), dan konten gore, Kamis (29/10) pagi.
Kegiatan ini melibatkan staf Dinas Pendidikan, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru Bimbingan dan Konseling (BK), serta wali kelas SMP se-Kabupaten Muaro Jambi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan kewaspadaan tenaga pendidik terhadap berbagai konten negatif yang beredar di ruang digital, sekaligus membangun lingkungan sekolah yang aman bagi peserta didik.
Wakil Bupati Muaro Jambi, Junaidi Mahir, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa pencegahan paham ekstrem dan penyebaran konten kekerasan membutuhkan kerja sama seluruh pihak.
Menurutnya, dunia pendidikan memiliki peran penting dalam membentengi generasi muda melalui penguatan karakter, wawasan kebangsaan, dan pengawasan yang tepat.
“Melalui kegiatan ini saya berharap terbangun kesamaan pemahaman, peningkatan kapasitas, serta koordinasi yang semakin baik. Langkah yang kita ambil harus berorientasi pada kepentingan masyarakat, menjaga stabilitas dan keamanan daerah, demi Muaro Jambi yang aman, nyaman, kondusif dan sejahtera,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, AKP Helmi Muhtarom hadir mewakili Kasatgaswil Jambi Densus 88 Antiteror Polri sebagai narasumber.
Helmi menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang dipaparkan dalam sosialisasi, belum ditemukan pihak di wilayah Muaro Jambi yang masuk dalam kategori radikalisme, IRET, True Crime Community (TCC), maupun konten gore.
Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan. Perkembangan teknologi informasi membuat berbagai jenis konten dapat diakses dengan mudah, termasuk konten yang mengandung unsur kekerasan dan berpotensi memberikan pengaruh negatif terhadap perilaku anak dan remaja.
Karena itu, keterlibatan pihak sekolah, orang tua, dan pemerintah dinilai penting untuk membangun kesadaran digital serta mendorong langkah pencegahan sejak dini.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Muaro Jambi, Kasyful Iman, menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung langkah pencegahan melalui kolaborasi bersama Densus 88 Antiteror Polri.
Menurut Kasyful, dunia pendidikan tidak hanya bertanggung jawab terhadap capaian akademik siswa, tetapi juga memiliki peran besar dalam membentuk karakter, menanamkan nilai kebangsaan, dan memastikan peserta didik tumbuh dalam lingkungan yang sehat serta aman.
“Kami dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muaro Jambi siap berkolaborasi dengan Densus 88 untuk mendukung kegiatan sosialisasi ini dan berbagai upaya pencegahan lainnya. Kami menyadari bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan pembelajaran, tetapi juga dengan perkembangan lingkungan digital yang semakin luas,” katanya.
Ia menilai, pemahaman mengenai paham ekstrem dan konten kekerasan perlu dimiliki oleh tenaga pendidik agar mereka dapat lebih waspada dalam menjalankan tugas mendidik dan membimbing siswa.
“Melalui sosialisasi ini, kami berharap kepala sekolah, guru BK, wali kelas, dan seluruh tenaga pendidik mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai persoalan ini. Dengan begitu, mereka bisa lebih peka terhadap perkembangan perilaku peserta didik dan mengetahui langkah yang tepat apabila menemukan hal-hal yang perlu menjadi perhatian,” sampainya.
Kasyful juga menekankan pentingnya membangun komunikasi dan koordinasi yang baik antara sekolah, orang tua, serta pihak terkait. Menurutnya, upaya melindungi anak dari pengaruh konten negatif tidak dapat dibebankan hanya kepada pihak sekolah.
“Pencegahan ini membutuhkan keterlibatan bersama. Sekolah memiliki tanggung jawab dalam memberikan pendidikan dan pembinaan kepada siswa, sementara dukungan orang tua dan koordinasi dengan pihak terkait juga sangat diperlukan. Kami ingin memastikan bahwa anak-anak mendapatkan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka secara positif,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap materi yang disampaikan dalam sosialisasi dapat diteruskan kepada seluruh warga sekolah sehingga manfaat kegiatan tersebut dapat dirasakan secara lebih luas.
Ia menegaskan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muaro Jambi terbuka terhadap koordinasi dan kerja sama lintas sektor demi menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan kondusif.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi penguatan bagi dunia pendidikan di Muaro Jambi. Apa yang diperoleh para peserta hari ini hendaknya tidak berhenti di ruang sosialisasi saja, tetapi dapat diterapkan dan disampaikan kembali di sekolah masing-masing,” tandasnya.








