Muarojambi - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Muarojambi memiliki langkah-langkah strategis dalam upaya mewujudkan pelaksanaan pendidikan formal bagi anak-anak Suku Anak Dalam (SAD) yang ada di wilayahnya.
Langkah-langkah Strategis yang telah dilakukan di antaranya yaitu dengan membangun gedung sekolah di wilayah sekita permukiman warga SAD.
Pembangunan gedung sekolah di sekitar permukiman SAD sengaja diprogramkan agar anak-anak SAD dapat diakomodir untuk mengikuti pendidikan formal.
Sementara, untuk menjangkau anak-anak yang ada di pedalaman, pihak Disdikbud Muarojambi telah membuat terobosan baru dengan cara menugaskan beberapa guru untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar di lokasi tempat tinggal SAD.
" Sebenarnya di lokasi sekitaran anak SAD tinggal itu sudah dibangun sekolah. Namun, karena akses jalan dan jarak yang terbilang jauh, karenanya anak SAD itu sering tidak masuk sekolah. Pada dasarnya mereka ingin bergabung bersekolah dengan siswa pada umumnya," kata Firdaus, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muarojambi.
Firdaus menyampaikan, agar anak-anak SAD tetap bisa bersekolah dan mendapatkan pendidikan yang baik, maka dirinya telah menugaskan sejumlah guru untuk terjun melaksanakan tugas belajar mengajar ke tempat tinggal SAD.
"Jadi kita utus beberapa orang guru datang langsung kesana untuk mengejar dan membimbing mereka. Mudah- mudahan dengan langkah ini mereka bisa bersekolah," katanya.
Firdaus mengatakan, lokasi tempat anak-anak SAD yang ada di Muarojambi telah di datanginya. Lokasi itu berada di Dusun Trenggalung, Desa Pinang Tinggi, Kecamatan Bahar Utara, dan Dusun Pengeratan, Dusun Segandi, Desa Nyogan Kecamatan Mestong Kabupaten Muarojambi.
" Ke depannya, akan kita bangun kelas jarak jauh. Kita bangun sarana belajarnya. Namun, secara administrasi yang bertanggung jawab adalah SD yang dekat dengan lokasi sekitar," tutupnya.








